#Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 54/SP/HM/BKKP/IV/2017
Jakarta – Sebagai upaya memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi di Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan pengelompokkan/klasterisasi perguruan tinggi. Pada tahun 2017 ini performa perguruan tinggi Indonesia dinilai dari 4 (empat) komponen utama, yaitu: a) Kualitas SDM; b) Kualitas Kelembagaan; c) Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan; serta d) Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah.
Setelah diumumkan klaster 1 perguruan tinggi di Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2017 di Puspitek Serpong, hari ini (Senin, 21 Agustus 2017) Kemenristekdikti mengumumkan 100 Besar Perguruan Tinggi non Politeknik dan 25 Besar Perguruan Tinggi Politeknik di Indonesia.
“Daftar klasterisasi perguruan tinggi ini merupakan data resmi dari Kemenristekdikti yang dapat digunakan sebagai informasi valid bagi masyarakat, jangan percaya data hoax  yang tidak sesuai dengan daftar yang dikeluarkan Kementerian,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir di Jakarta.
Menristekdikti menambahkan bahwa pengelompokan/klasterisasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan tridharma, termasuk di dalamnya kesehatan organisasi. Dengan klasterisasi, Kemenristekdikti dapat menyusun formula yang tepat dalam melakukan pembinaan perguruan tinggi di Indonesia.
“Klasterisasi ini juga dapat digunakan setiap perguruan tinggi sebagai refleksi dan motivasi bagi peningkatan kualitas perguruan tingginya, baik dari segi kualitas Sumber Daya Manusia, kurikulum, manajemen organisasi, riset, publikasi, pengabdian kepada masyarakat dan aspek lainnya,” imbuh Nasir.
Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo mengatakan pada tahun ini telah dilakukan penyempurnaan dari tahun sebelumnya. Penyempurnaan tersebut meliputi beberapa perubahan/penambahan indikator sehingga diharapkan komponen utama tersebut dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan pada masing-masing komponen utama tersebut.
Patdono kemudian menjelaskan pada pengelompokan/klasterisasi tahun 2017 ini, indikator pada Kualitas SDM relatif tetap seperti yang digunakan pada tahun sebelumnya, yaitu meliputi i) presentase dosen berpendidikan S3; ii) presentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar; iii) rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa.
Indikator kualitas kelembagaan mengalami perubahan. Pada tahun sebelumnya hanya dicermin oleh indikator i) Akreditasi Institusi dan ii) Akreditasi Program Studi, maka pada tahun 2017 ini indikator kualitas kelembagaan ditambah dengan indikator i) jumlah program studi yang telah memiliki Akreditasi/Sertifikasi International, dan ii) jumlah mahasiswa asing.
Indikator yang mencerminkan Kualitas Kemahasiswaan tidak mengalami perubahan yaitu prestasi mahasiswa. Akan tetapi variabel yang mencerminkan prestasi mahasiswa tersebut lebih dipertajam dan diperluas, yaitu prestasi mahasiswa secara nasional dan internasional baik dalam kegiatan-kegiatan yang dikelola oleh Kemenristekdikti maupun non-kemenristekdikti, juga tingkat kepedulian perguruan tinggi/institusi terhadap kegiatan kemahasiswaan pun menjadi pertimbangan.
Sedangkan indikator yang mencerminkan Kualitas Penelitian mengalami penambahan yaitu tidak hanya i) kinerja penelitian, dan ii) rasio jumlah publikasi terindeks terhadap jumlah dosen, tetapi juga ditambah indikator terkait kinerja pengabdian pada masyarakat.
Sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk lebih mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui revitalisasi politeknik, maka klasterisasi perguruan tinggi Indonesia pada tahun 2017 ini digolongkan dalam 2 (dua) kelompok yaitu i) kelompok Politeknik; dan ii) kelompok non-politeknik (universitas, institut, dan lainnya).
Daftar 100 Besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik Tahun 2017
1.Universitas Gadjah Mada
2.Institut Teknologi Bandung
3.Institut Pertanian Bogor
4.Universitas Indonesia
5.Institut Teknologi Sepuluh Nopember
6.Universitas Diponegoro
7.Universitas Airlangga
8.Universitas Brawijaya
9.Universitas Hasanuddin
10.Universitas Negeri Yogyakarta
11.Universitas Sebelas Maret
12.Universitas Andalas
13.Universitas Pendidikan Indonesia
14.Universitas Padjadjaran
15.Universitas Negeri Malang
16.Universitas Negeri Semarang
17.Universitas Udayana
18.Universitas Lampung
19.Universitas Sumatera Utara
20.Universitas Jember
21.Universitas Negeri Medan
22.Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
23.Universitas Riau
24.Universitas Sriwijaya
25.Universitas Jenderal Soedirman
26.Universitas Negeri Jakarta
27.Universitas Syiah Kuala
28.Universitas Negeri Makassar
29.Universitas Negeri Surabaya
30.Universitas Kristen Petra
31.Universitas Surabaya
32.Universitas Sanata Dharma
33.Universitas Mataram
34.Universitas Katolik Parahyangan
35.Universitas Pendidikan Ganesha
36.Universitas Kristen Satya Wacana
37.Universitas Halu Oleo
38.Universitas Tadulako
39.Universitas Muhammadiyah Malang
40.Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
41.Universitas Islam Indonesia
42.Universitas Tanjungpura
43.Universitas Jambi
44.Universitas Merdeka Malang
45.Universitas Bengkulu
46.Universitas Atma Jaya Yogyakarta
47.Universitas Sam Ratulangi
48.Universitas Bina Nusantara
49.Universitas Pasundan
50.Universitas Negeri Gorontalo
51.Universitas Lambung Mangkurat
52.Universitas Mulawarman
53.Universitas Negeri Manado
54.Universitas Katolik Soegijapranata
55.Universitas Stikubank
56.Universitas Trisakti
57.Universitas Islam Malang
58.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara
59.Universitas Muslim Indonesia
60.Universitas Tarumanagara
61.Universitas Telkom
62.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya
63.Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
64.Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
65.Universitas Islam Bandung
66.Universitas Muhammadiyah Surakarta
67.Universitas Negeri Padang
68.Universitas Nasional
69.Universitas Islam Sultan Agung
70.Institut Teknologi Nasional Malang
71.Universitas Bung Hatta
72.Institut Teknologi Nasional Bandung
73.Universitas Pendidikan Nasional
74.Universitas Warmadewa
75.Universitas Djuanda
76.Institut Seni Indonesia Yogyakarta
77.Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti
78.Universitas PGRI Adi Buana
79.Universitas Janabadra
80.Universitas Kristen Duta Wacana
81.Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta
82.Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
83.Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
84.Universitas Palangka Raya
85.Universitas Trunojoyo
86.Universitas Nusa Cendana
87.Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
88.Universitas Widya Gama
89.Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
90.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banjarmasin
91.Universitas Mahasaraswati Denpasar
92.Universitas Pelita Harapan
93.Universitas Dr Soetomo
94.Universitas Slamet Riyadi
95.Universitas Kristen Maranatha
96.Institut Sains Dan Teknologi Akprind
97.Universitas PGRI Semarang
98.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusa Megar Kencana
99.Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan
100.Universitas Muhammadiyah Magelang
25 Besar Perguruan Tinggi Politeknik Indonesia Tahun 2017
1.Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
2.Politeknik Negeri Sriwijaya
3.Politeknik Negeri Semarang
4.Politeknik Negeri Malang
5.Politeknik Negeri Jakarta
6.Politeknik Negeri Jember
7.Politeknik Negeri Bandung
8.Politeknik Negeri Lampung
9.Politeknik Negeri Medan
10.Politeknik Negeri Pontianak
11.Politeknik Negeri Padang
12.Politeknik Negeri Ujung Pandang
13.Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
14.Politeknik Pertanian Negeri Kupang
15.Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
16.Politeknik Negeri Bali
17.Politeknik Negeri Samarinda
18.Politeknik Negeri Manado
19.Politeknik Negeri Banjarmasin
20.Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
21.Politeknik Negeri Lhokseumawe
22.Politeknik Caltex
23.Politeknik Negeri Kupang
24.Politeknik Manufaktur Bandung
25.Politeknik Ubaya
Diharapkan hasil pengelompokan/klasterisasi ini dapat mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk terus melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan dan memutakhirkan datanya di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD DIKTI) secara teratur sesuai amanat Pasal 56 UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Selain itu, hasil pengelompokan/klasterisasi ini akan digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang program-program pembinaan dan penguatan perguruan tinggi Indonesia.
Untuk mengetahui informasi lebih detail mengenai hasil pengelompokan/klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2017, dapat mengunjungi laman http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id dengan memasukkan 6 (enam) digit kode perguruan tinggi masing-masing yang tercatat pada PD DIKTI Kemenristekdikti.
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik dan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti

Read more at https://ristekdikti.go.id/100-besar-perguruan-tinggi-non-politeknik-dan-25-besar-perguruan-tinggi-politeknik-di-indonesia-tahun-2017/#DBdVAcx5TX4PR5uF.99

Astana – Indonesia mendorong seluruh Negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar dapat mengembangkan berbagai Science Center di berbagai kawasan. Pembentukan berbagai center tersebut akan memberikan dampak positif terutama terhadap generasi muda yang sejak usia muda telah diperkenalkan terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Hal tersebut ditekankan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, pada saat memberikan sambutan atas nama Pemerintah Republik Indonesia di pertemuan para Menteri Riset dan Teknologi Negara-negara anggota OKI di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/9/2017).

Menteri Nasir juga mengatakan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik karena hal ini akan berpengaruh langsung terhadap kemampuan murid yang berkarakter serta memiliki sikap kritis, jujur dan kreatif.

“Isu kualitas pendidikan juga perlu diperhatikan sebagai syarat bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera di seluruh negara OKI,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah dan kualitas pendidikan tinggi (vocational education) juga perlu terus dilakukan untuk menunjang kegiatan industri di seluruh negara OKI. Dalam hal imi, Indonesia mendorong kalangan industri dapat terlibat di dalam pengembangan vocational education dimaksud.

“Saya telah menggunakan kesempatan pertemuan ini untuk menyampaikan berbagai rencana Indonesia dalam memajukan Iptek nasional, seperti pembangunan Science and Techno Park, Capacity Building Programme, pertukaran Profesor di tingkat global, penyelenggaraan kerja sama riset dan pengembangan serta Techno Entrepreneurship,” ujar Nasir.

Pertemuan tingkat Menteri para Menristek Negara anggota OKI diselenggarakan sebagai salah satu pertemuan pada rangkaian Konperensi Tingkat Tinggi OKI mengenai Iptek yang diselenggarakan di Astana Kazakhstan, mulai tanggal 10 – 11 September 2017.

Delegasi RI pada pertemuan puncak KTT akan dipimpin oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Selain pertemuan tingkat Menteri, rangkaian pertemuan juga telah dimulai dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting/SOM).

KTT OKI mengenai Iptek merupakan KTT tematik pertama di bawah kerangka forum kerja sama OKI. KTT ini mengangkat tema, “Science, Technology, Innovation and Modernization of the Muslim World”.

KTT diselenggarakan atas kesepakatan seluruh Negara OKI pada berbagai pertemuan KTT OKI, termasuk KTT OKI terakhir yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada bulan April 2016. Seluruh 56 Negara anggota OKI telah berpartisipasi pada rangkaian pertemuan KTT OKI Iptek ini.

Pada akhir KTT, diharapkan seluruh Kepala Negara atau Wakil Kepala Negara akan mengesahkan beberapa dokumen akhir, yaitu dokumen OIC Science, Technology and Innovation 2026 serta dokumen Astana Declaration.

Dokumen OIC STI 2026 pada intinya merupakan road map Iptek negara-negara OKI untuk periode 2017-2026; sedangkan Astana Declaration akan berisi deklarasi bersama seluruh Kepala Negara atau Wakil Kepala Negara OKI mengenai hal-hal utama mengenai pengembangan iptek di Negara OKI bagi kepentingan seluruh umat manusia.

 


Read more at https://ristekdikti.go.id/menristekdikti-dorong-negara-oki-kembangkan-pusat-iptek-dan-perkuat-kerjasama-iptek-untuk-kepentingan-seluruh-dunia/#1zFLsfzjwPBxipLl.99

BATAM – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir katakan yang terpenting saat bagi mahasiwa Politeknik selain ijazah adalah sertifikat kompetensi. Hal tersebut dikatakan Nasir saat lakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri (Poltekneg) Batam, Senin (28/8).

“Saya cukup berbangga karena Poltekneg Batam itu satu-satunya Politeknik yang mempunyai bidang studi aircraft maintenance. Artinya lulusan disini akan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang akan langsung dipakai oleh industri,” ujarnya.

Untuk program studi pun menurut Nasir harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu contoh paling baik menurutnya adalah di Poltekneg Batam, karena prodinya mengikuti perkembangan potensi Indonesia kedepan, seperti mekatronika dan ekonomi digital.

Nasir juga meminta bila ada dari industri yang meskipun dia belum S2 tetapi sangat kompeten di bidangnya, maka dapat mengajar di Politeknik lewat pola Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

“Dengan demikian proses pengajaran akan lebih aplikatif. Selain itu dosen yang sudah ada juga harus direvitalisasi antara lain dengan cara dosen harus punya sertifikat kompetensi di bidang masing-masing. Dari sana kompetensi mahasiswa nantinya akan semakin sempurna. Kita berharap Politeknik tidak menjadi nomor satu saja, tapi Politeknik menjadi yang terbaik,” tuturnya.

Direktur Poltekneg Batam Priyono Eko Sanyoto mengatakan bahwa saat ini Poltekneg Batam melalui prodi yang ada, sedang mempersiapkan SDM di bidang ekonomi digital, bidang teknik perawatan pesawat udara, industri IT 4.0, dan teaching industry.

“Kami mencoba menarik minat industri juga agar kolaborasi berjalan baik. Kerjasama tersebut antara lain dilakukan dengan Nongsa Digital Park (NDP) dan Politeknik Temasek. Selain itu Kami saat ini juga sudah mendapatkan lisensi dari Kementerian Perhubungan sebagai Aircraft Maintenance Training Center. Karena di Batam ini sebagai tempat strategis perbaikan dan perawatan pesawat udara,” terangnya.

Disela kunjungan ke Poltekneg Batam, Menristekdikti Mohamad Nasir juga resmikan penggunaan gedung tower A untuk menunjang kegiatan perkuliahan yang terdiri 12 lantai, sebagai bagian master plan pengembangan Poltekneg Batam, dan diberi nama Prof. Mohamad Nasir. (DZI)


Read more at https://www.dikti.go.id/mohamad-nasir-prodi-harus-ikuti-perkembangan-zaman/#p2o1wcjUcdeZWlsp.99

BATAM – Siapa sangka Indonesia kini sedang mengembangkan tempat seperti Silicon Valleynya Amerika Serikat. Tempat tersebut bernama Nongsa Digital Park (NDP). Tempat dengan nilai investasi jutaan USD di Batam ini akan menjadi tempat berkumpulnya para pegiat startup ekonomi digital seluruh Indonesia.

Menristekdikti Mohamad Nasir saat mengunjungi NDP, Senin (28/8), mengatakan bahwa NDP memberikan kesempatan yang luas kepada para pegiat digital untuk mengembangkan bisnisnya sekaligus melakukan riset lebih mendalam mengenai teknologi yang dibuat.

“Disini bisa menjadi tempat yang sempurna para pegiat ekonomi digital mengembangkan bisnis dan mencari investor untuk teknologi yang dikembangkan,” tuturnya.

*Infinite Studios*

Di dalam kawasan NDP terdapat studio besar sekelas Hollywood untuk pembuatan film dan animasi 3D. Menurut Nasir kawasan ini bisa menjadi laboratorium mahasiswa untuk melakukan praktik langsung di lapangan, terutama untuk mahasiswa yang meminati bidang animasi dan perfilman.

“Dengan ada kawasan seperti ini tentu akan mendukung industri kreatif Indonesia. Nah, SDM yang membuat studio film dan animasi level dunia seperti ini bisa didapat dari Politeknik Negeri Batam. Buktinya lulusan Politeknik Negeri Batam banyak yang sudah bekerja disini. Saling berkolaborasi,” ujarnya.

Kris Willuan dari pihak Citramas Group yang mengembangkan kawasan NDP, mengatakan bahwa hasil produksi nantinya ingin dikembangkan lebih banyak tentang karakteristik budaya Indonesia.

“Di beberapa animasi Kami mulai kembangkan budaya dan cerita khas Indonesia. Ke depannya akan diperbanyak konten tentang kearifan budaya Indonesia. Kita memerlukan technopreneur, dan Kami sudah cukup baik selama ini bekerjasama dengan Politeknik Negeri Batam,” jelasnya.

Dengan luas sekitar 50 Ha, NDP digadang akan menjadi pusat pengembangan ekonomi digital Indonesia karena letak dan aksesnya yang berbatasan dengan beberapa Negara lain, terutama Singapura. Sampai saat ini menurut Kris sudah sekitar 50 perusahaan dunia yang menyampaikan akan bergabung dengan NDP.

Kementerian sendiri menurut Nasir mengenai kolaborasinya akan ditindaklanjuti sebagai pengembangan SDM, yang tidak hanya pada Politeknik Negeri Batam saja, tetapi juga pada tingkat Universitas yang lain. Nasir pun siap memangkas regulasi yang justru menghambat perkembangan ekonomi digital di Indonesia. (DZI)


Read more at https://www.dikti.go.id/nongsa-digital-park-investasi-besar-startup-ekonomi-digital/#QGIxj0FuOhLgSZG6.99

Menghadapi persaingan global yang semakin keras, dibutuhkan persiapan yang matang dan membekali diri untuk dapat memanfaatkan peluang untuk bersaing dalam era perdagangan bebas ini. AL-AHMADI bersama STIE GALILEO Batam terpanggil untuk memberikan bekal para anak muda untuk menjadi calon-calon pengusaha dimasa depan.

AL-AHMADI Entreneurship Centre adalah Lembaga pelatihan Entrepreneur bekerja sama dengan Universitas Ciputra Entrepreneursjip Centre (UCEC) focus untuk pengembangan entrepreneurship yang bertujuan akhir pengembangan ekonomi masyarakat.

Langkah nyata yang dilakukan bersama STIE Galileo Batam, Ibu Lisya Anggraeni Sebagai Direktur Eksekutiof AL-AHMADI Entrepreneurship Centre, bersama M. Yahmin Ketua STIE Galileo pada Minggu 16 Desember 2018 di Kampus STIE Galileo.

 

c

 

Membuka Program Entrepreneur Go To School (EGTS) yang diikuti oleh siswa/I SMA/SMK/Umum Kepulauan Riau, untuk ambil bagian dalam pendidikan Program Entreprensur to to School, selama 3 (tiga) bulan di Kampus STIE Galileo Nagoya Batam Kepulauan Riau.

 

b

 

Program Entrepreneur go to Scholl, akan menjadi daya dorong untuk penguatan kreativitas siswa, sehingga target yang ingin dicapai melalui program ini akan muncul bibit-bibit baru calon Entrepreneur-Entrepreneur muda yang siap memulai mengembangkan bisnisnya dalam menjawab tantangan global yang sudah didepan mata.

 

a

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita

Biaya Rabu, 09 Januari 2019                              ... Selengkapnya
Persyaratan Rabu, 09 Januari 2019 KETENTUANAN PENDAFTARAN  MAHASISWA BARU SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI GALILEO   1. SYARAT... Selengkapnya
ASESMEN LAPANGAN ASESOR BAN-PT ASESMEN LAPANGAN ASESOR BAN-PT Kamis, 13 Desember 2018 Merujuk surat Direktur Dewan Eksekutif BAN- PT Nomor 3059/BAN-PT/SPT-AK/P/2018, Tertanggal 17 November... Selengkapnya
STIE GALILEO berikan beasiswa full untuk anggota ikjb batam Selasa, 10 Juli 2018 Batamxinwen, Batam – Disela-sela Halal Bihalal ikatan Keluarga Besar Jambi (IKBJ) Kota Batam,... Selengkapnya
Malaysia – Kopertis X dan 45 PTS jalin kerja sama bidang publikasi, riset, dan studi lanjut dengan Islamic International University Malaysia Rabu, 02 Mei 2018 Sebagai tindak lanjut MoU antara Kopertis Wilayah X dengan Fakultas Teknik Islamic International University... Selengkapnya
Pembentukan Karakter Mahasiswa Minggu, 08 Oktober 2017 Proses belajar mengajar dalam perkuliahan adalah sebuah kegiatan untuk meningkatkan kompetensi (hard... Selengkapnya
Perkembangan Peradaban Masyarakat dan Tantangan Generasi Muda Minggu, 08 Oktober 2017 Alfin Tovler (1980) membagi tiga masa gelombang peradaban manusia yaitu (1) Gelombang Masyarakat Agraris,... Selengkapnya
Metode Pembelajaran di STIE Galileo: D3C-B vs B3C-D Minggu, 08 Oktober 2017 Apakah D3C-B dan B3C-D? D3C minus B adalah sebuah metode belajar mahasiswa yang dipakai di lembaga... Selengkapnya
Dies Natalis Perdana STIE Galileo Batam Selasa, 01 Agustus 2017 Setahun yang lalu, tepatnya 31 Agustus 2016, Kemenristek Dikti menerbitkan SK No. 305/KPT/I/2016 tentang... Selengkapnya
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Galileo Batam Jalin Kerjasama dengan SMA Negeri 4 Batam Kamis, 01 Desember 2016   Dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan... Selengkapnya

logo stie galileo

Komp. Graha Sulaiman,

Jl. Sultan Abdurahman Blok A No.4-6, Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau 29432, Indonesia

Telp : +778 433 703 Fax : +778 433 702

WhatsApp   : 0813-6375-0098